This is an outdated version published on 2026-01-28. Read the most recent version.

Deteksi Dermatoglifi Telapak Tangan Untuk Mengetahui Kesehatan Jantung

Authors

  • Firdiyan Syah pgri university of yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31316/jdi.v13i1.505

Keywords:

Dermatoglifi, Telapak tangan, Kesehatan , Jantung

Abstract

Dermatoglifi yang terbentuk dari poligen dipengaruhi oleh banyak gen. Pola
sidik jari dapat digunakan untuk mengidentifikasi pelaku dan korban kejahatan, dan
juga dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit genetik atau kelainan genetik.
Salah satu penyakit genetik yang menarik untuk diamati hubungannya dengan
dermatoglifi adalah penyakit jantung koroner. Penelitian ini bertujuan untuk
menyelidiki karakteristik dermatoglifi ujung jari dan telapak tangan pada pasien
penyakit jantung di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang, termasuk jenis pola sidik
jari, jumlah sidik jari, frekuensi pola telapak tangan, dan sudut atd.
Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk kelompok
pasien penyakit jantung dan kelompok normal. Sampel diambil sebanyak 40 orang
dengan penyakit jantung, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan untuk
kelompok pembanding diambil dari mahasiswa atletik UNP. Data yang diperoleh
adalah persentase pola sidik jari untuk setiap sampel. Persentase pola ini dianalisis
menggunakan uji chi-square (X2). Dari data yang diperoleh, menunjukkan bahwa
persentase pola sidik jari antara kelompok pasien penyakit jantung dan normal
berbeda, di mana persentase pasien penyakit jantung dengan pola Arch = 3%,
sedangkan pada kelompok normal pola Arch = 0%. Uji statistik dengan uji chisquare menunjukkan bahwa pola sidik jari pada kelompok pasien penyakit jantung
dan kelompok normal terdapat perbedaan yang nyata. Total jumlah lekukan pada
ujung jari pasien penyakit jantung lebih rendah dibandingkan dengan kelompok
normal dengan uji t yang menunjukkan perbedaan signifikan pada p = 0,05. Persentase frekuensi pola lekukan telapak tangan pada pasien penyakit jantung
sebesar I1 = 0,6%, sedangkan pada kelompok normal I1 = 0%. Berdasarkan uji
statistik t-student, sudut atd pada orang normal dan pasien penyakit jantung tidak
menunjukkan perbedaan signifikan pada p = 0,05.

Published

2026-01-28

Versions

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.